Asal Ngomong UKW, Oknum Perangkat Desa Curahkalong Digeruduk PJS Jember

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuytanda.com l Jember,- Sejumlah pengurus organisasi wartawan Pro Jurnalismedia Siber (PJS) DPC Jember menggeruduk oknum perangkat desa Curahkalong kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember sebab asal ngomong UKW.

Kedatangan sejumlah pengurus PJS Jember untuk menemui oknum perangkat desa bernama Saiful yang enggan wartawan wawancarai terkait keterlibatannya dalam pengadaan proyek paving desa Curahkalong dengan alasan tidak UKW.

“Oknum perangkat desa Curahkalong menolak diwawancarai Affandi (wartawan media online radarargopuro.com – red) karena alasan wartawannya tidak UKW,” ungkap Suliyadi Setiawan, Ketua DPC Jember PJS di halaman kecamatan Bangsalsari, Kamis (04/09/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suliyadi bersama onggota PJS Jember menyampaikan bahwa kedatangannya bersama tim untuk mengklarifikasi ke oknum perangkat desa Curahkalong, apa itu UKW dan apa maksud tujuan mengatakan UKW untuk menolak diwawancarai salah satu wartawan yang tergabung dalam PJS DPC Jember.

“Namun Alhamdulillah, semua sudah clear, Saiful mengaku khilaf dan meminta maaf,” tuturnya.

Suliyadi juga berharap agar kejadian oknum perangkat desa, pejabat dan para narasumber yang asal ngomong UKW tidak terulang.

Lanjut Suliyadi, keterangan ataupun perimbangan berita dari narasumber sangat wartawan butuhkan untuk menyeimbangkan berita.

“Nanti kalau isi berita tidak enak, yang disalahkan wartawannya, dan dicap wartawan tidak kompeten, padahal sudah berusaha meminta perimbangan berita,” tegasnya.

Alumni SMAN 3 Jember ini juga meminta para pelaku pengelola keuangan yang bersumber dari negara agar lebih terbuka dalam pengelolaan anggaran seperti DD ataupun ADD.

“Kalau bersih kenapa risih?, ” tegasnya.

Suliyadi juga menginginkan agar pembangunan di kabupaten Jember semakin baik dan masyarakatnya sejahtera, pungkasnya.

Sementara Saiful, Kasi pemerintah desa Curahkalong mengatakan minta maaf ke Affandi sebab tidak mau diwawancarai dikarenakan kemarin dalam posisi sibuk.
“Saya tidak tahu tentang UKW, saya mohon maaf,” ucap Saiful di hadapan awak media, di kantor desa Curahkalong.

Saiful juga mengatakan agar tidak memperpanjang masalah UKW, sebab ia sudah meminta maaf dan mengaku khilaf.( Nono).

Berita Terkait

Polres dan Cabdin Pendidikan Jember Gelar Seminar Gali Potensi dan Prestasi Siswa SMA, SMK, MA
Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 53 Korban Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Bupati Jember Gus Fawait Raih “Mohamad Syafei Awards” 2025, Bukti Komitmen Nyata dalam Transformasi Pendidikan Daerah
Polda Jatim Serahkan 3 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny ke Keluarga
Polda Jatim Sampaikan Perkembangan Identifikasi Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
Itwasda Polda Jatim Lakukan Pengawasan SPPG Polres Gresik Pastikan Kualitas dan Kebersihan MBG
Polres Jember Bongkar Jaringan Narkoba 15 Tersangka Diamankan, Modus “Ranjau” Terkuak
Polres Kediri Gelar Audiensi dengan Pagar Nusa Jelang Kejuaraan Pencak Silat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:23

Polres dan Cabdin Pendidikan Jember Gelar Seminar Gali Potensi dan Prestasi Siswa SMA, SMK, MA

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:04

Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 53 Korban Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Minggu, 12 Oktober 2025 - 20:27

Bupati Jember Gus Fawait Raih “Mohamad Syafei Awards” 2025, Bukti Komitmen Nyata dalam Transformasi Pendidikan Daerah

Minggu, 5 Oktober 2025 - 21:43

Polda Jatim Serahkan 3 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny ke Keluarga

Minggu, 5 Oktober 2025 - 21:28

Polda Jatim Sampaikan Perkembangan Identifikasi Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

Berita Terbaru