Kuytanda.com| Internasional – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional. Organisasi bidang lingkungan, iklim, dan energi menjadi kelompok yang ditinggalkan. Atas perintah tersebut. AS akan menghentikan pendanaan, bantuan, dan seluruh bentuk kontribusi serta partisipasinya di kancah Internasional.
Trump menyatakan penarikan diri dilakukan karena organisasi-organisasi itu bertentangan dengan kepentingan AS. Perintah itu tertuang dalam Memorandum Kepresidenan yang dirilis Gedung Putih pada Rabu (7/1/2026). Perintah ini berlaku segera.
”Saya telah mempertimbangkan laporan Menteri Luar Negeri dan, setelah berkoordinasi dengan kabinet saya, telah menetapkan bahwa (organisasi-organisasi itu) bertentangan dengan kepentingan AS,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik negaranya dari 66 organisasi internasional, yang menandai semakin mundurnya Washington dari kerja sama Dunia. seperti dilansir Associated Press, Jumat (9/1/2026), telah menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan dukungan AS untuk 66 organisasi internasional, menyusul peninjauan pemerintahannya terhadap partisipasi dan pendanaan untuk semua organisasi internasional.
Sebagian besar yang menjadi target dari perintah eksekutif terbaru Trump itu merupakan organisasi, badan, komisi, panel penasihat yang terkait dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang fokus pada iklim, tenaga kerja, migrasi, dan isu-isu lainnya.
Sejumlah organisasi lainnya yang tak terkait PBB, atau non-PBB, yang juga menjadi target kebijakan itu mencakup Kemitraan Kerja Sama Atlantik, Institut Internasional untuk Demokrasi dan Bantuan Pemilu, dan Forum Kontraterorisme Global.
menurut pemerintahan Trump, “dikategorikan sebagai organisasi yang berupaya memenuhi kebutuhan keberagaman dan inisiatif ”
“Pemerintahan Trump telah mendapati bahwa lembaga-lembaga ini berlebihan dalam cakupannya, salah urus, tidak diperlukan, boros, dikelola dengan buruk, dikuasai oleh kepentingan aktor-aktor yang memajukan agenda mereka sendiri yang bertentangan dengan agenda kita, atau merupakan ancaman bagi kedaulatan, kebebasan, dan kemakmuran umum bangsa kita,” seut Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.
Keputusan Trump untuk menarik AS dari organisasi-organisasi yang mendorong kerja sama antar negara untuk mengatasi tantangan global, muncul ketika pemerintahannya meluncurkan upaya militer atau melontarkan ancaman yang telah mengguncang sekutu dan musuh, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dan ambisinya menguasai Greenland.Kebijakan ini menjadi penarikan dukungan terbaru AS di bawah pemerintahan Trump.
Liputan : Bang Ciputo
Editor : Redaksi








